Ribuan Perempuan Menghormati Maria, Tradisi yang Menyatukan Lintas Generasi
“Perempuan membutuhkan satu sama lain,” ujar Dominika Szczawińska kepada Vatican News. Ia telah mengikuti ziarah perempuan ke Piekary selama lebih dari 20 tahun. Baginya, dukungan, kepekaan, dan empati di antara perempuan sangat penting, baik dalam kehidupan rohani maupun dalam pengalaman hidup sehari-hari.
“Para nenek, ibu, anak perempuan, cucu perempuan, dan para sahabat datang bersama-sama ke sini. Para remaja juga datang,” katanya.
Selama lebih dari dua dekade, Szczawińska mengalami berbagai tahap kehidupannya sendiri di tempat ini—mulai dari pernikahan dan doa memohon seorang anak hingga menjadi seorang ibu. Baginya, Piekary merupakan tempat untuk mengucap syukur, memohon pertolongan dan pengampunan, sekaligus meluangkan waktu bersama perempuan-perempuan lainnya.
Tradisi yang terjalin dalam sejarah Silesia
Ziarah yang secara khusus diperuntukkan bagi perempuan dan laki-laki telah menjadi bagian penting dari identitas keagamaan Silesia Hulu selama puluhan tahun.
Romo Rafał Skitek, juru bicara Keuskupan Agung Katowice, mengingat kembali perkataan Kardinal August Hlond, yang mengatakan bahwa siapa pun yang ingin memahami jiwa dan iman masyarakat Silesia hendaknya datang ke tempat ziarah Bunda Maria dari Piekary.
Karol Wojtyła juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan tempat ziarah tersebut. Ketika menjadi Uskup Agung Kraków, ia berkali-kali mengunjungi Piekary, menyampaikan homili dan bertemu dengan para peziarah.
Kemudian, sebagai Paus Yohanes Paulus II, ia tetap mengirimkan salam dari Vatikan kepada mereka yang mengikuti ziarah tersebut.
“Selama puluhan tahun, Injil tentang kerja telah diwartakan di sini,” kata Romo Skitek.
Pada masa komunisme, Piekary menjadi tempat penting untuk mengajarkan tentang martabat para pekerja, hak dan tanggung jawab mereka, serta prinsip-prinsip ajaran sosial Gereja Katolik.
Dipanggil untuk melakukan hal-hal besar
Saat menyambut para peziarah, Uskup Agung Andrzej Przybylski, Metropolitan Katowice, menampilkan Maria sebagai teladan martabat perempuan.
“Tak seorang pun berhak menyakiti atau merendahkan kalian. Setiap orang di antara kalian dipanggil untuk melakukan hal-hal besar, dan terutama dipanggil kepada kekudusan,” ujarnya kepada para perempuan tersebut.
Acara utama pertemuan tahun ini adalah perayaan Ekaristi meriah yang dipimpin oleh Uskup Agung Zbigniew Zieliński, Uskup Agung Metropolitan Poznań.
Sekali lagi, perempuan dari berbagai generasi datang menuju tempat ziarah tersebut, memadukan doa pribadi dengan sebuah tradisi yang selama puluhan tahun telah membentuk wajah kehidupan keagamaan Silesia Hulu.