Paus Leo XIV Bantu Imam yang Pingsan karena Kepanasan di Lapangan Santo Petrus
VATICAN NEWS
VATIKAN — Sebuah momen sederhana namun menyentuh hati terjadi di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, usai Audiensi Umum Paus Leo XIV pada 27 Mei 2026. Paus secara langsung turun dari podium dan membantu seorang imam yang tiba-tiba merasa lemas akibat cuaca panas.
Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai media internasional setelah sejumlah foto memperlihatkan Paus Leo XIV berlutut di tengah kerumunan untuk menolong imam yang jatuh pingsan di area depan Lapangan Santo Petrus.
Imam bernama Diego Semeraro ini berasal dari Martina Franca, wilayah Puglia, Italia selatan. Ia datang ke Vatikan bersama saudaranya, Pastor Franco Semeraro, untuk mengikuti Audiensi Umum bersama Sri Paus.
Dalam wawancara dengan Vatican News, Pastor Franco mengisahkan bahwa adiknya mulai merasa tidak enak badan setelah berdiri selama sekitar tiga jam di bawah terik matahari.
“Setelah berdiri tiga jam di bawah matahari, adik saya merasa pusing dan jatuh cukup keras. Sekarang tubuhnya masih sedikit sakit, tetapi syukurlah kondisinya baik,” ujar Pastor Franco. Menurutnya, Paus Leo XIV menjadi orang pertama yang langsung menghampiri dan berlutut untuk membantu Pastor Diego.
Paus Leo menolong Pastor Diego
“Itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Momen itu juga mengejutkan Pastor Diego sendiri. Saat menyadari Paus berada di dekatnya, ia sempat berkata, “Yang Mulia Paus, benarkah itu Anda?”
Setelah membantu Pastor Diego, Paus Leo XIV juga berjabat tangan dengannya dan memberikan sebuah rosario sebagai tanda perhatian dan kedekatan pastoral.
Usai kejadian tersebut, Pastor Diego dibawa ke unit gawat darurat Vatikan untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada masalah serius pada kesehatannya. Bahkan, setelah mendapatkan penanganan medis, Pastor Diego dilaporkan masih sempat makan siang dan merayakan Misa pada hari yang sama.
Ditahbiskan di Lapangan Santo Petrus
Peristiwa itu menjadi semakin bermakna karena Lapangan Santo Petrus memiliki kenangan khusus bagi Pastor Diego. Imam yang akan berusia 82 tahun pada Juni mendatang itu ditahbiskan sebagai imam di tempat yang sama pada tahun 1970 oleh Paus Paulus VI.
Selama bertahun-tahun, Pastor Diego dikenal melayani umat di Paroki Keluarga Kudus di Martina Franca dan menjalankan pelayanan pastoral yang panjang di wilayah tersebut.
Tindakan spontan Paus Leo XIV dinilai banyak pihak sebagai gambaran nyata kepedulian dan kedekatan seorang gembala terhadap umatnya, bahkan dalam situasi sederhana di tengah keramaian audiensi publik Vatikan.
