Para peziarah Polandia berkumpul di Jasna Gora ketika mereka memperbaharui  Janji Jasna Gora Bangsa Polandia Para peziarah Polandia berkumpul di Jasna Gora ketika mereka memperbaharui Janji Jasna Gora Bangsa Polandia  (© Krzysztof Świertok / BPJG)

Paus mengenang ikrar Polandia kepada Maria di bawah rezim komunis

Dalam menyapa para peziarah Polandia yang berkumpul untuk memperbarui Ikrar Jasna Góra Bangsa Polandia, 70 tahun setelah ikrar tersebut pertama kali diucapkan pada tahun 1956, Paus Leo XIV mengatakan bahwa seruan ikrar tersebut untuk pembaruan moral tetap relevan hingga saat ini.

Oleh Pastor Łukasz Bankowski

“Saya dengan hangat menyapa bangsa Polandia. Saya secara rohani menyatu dengan mereka yang berkumpul di Częstochowa,” kata Paus Leo XIV dalam Audiensi Umum pada hari Rabu.

Paus mengenang Ikrar Jasna Góra Bangsa Polandia, salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Gereja di Polandia pascaperang. Pada masa pemerintahan komunis, Gereja menjadi salah satu pembela utama kebebasan beragama dan identitas spiritual bangsa Polandia.

Ditulis oleh Kardinal Stefan Wyszyński ketika ia diasingkan oleh otoritas komunis Polandia, teks ikrar tersebut pertama kali dibacakan di hadapan sekitar 500.000 umat beriman.

“Semoga program pembaruan moral masyarakat yang terkandung di dalamnya, melalui perlindungan kehidupan manusia, perhatian terhadap perkawinan dan keluarga, serta pendidikan anak-anak dan kaum muda, terus mengilhami pembangunan keadilan dan persaudaraan,” kata Bapa Suci.

Pembaharuan Janji Josna Gora Bangsa Polandia, 70 tahun setelah pertama kali dibuat tahun 1956. Upacara dipimpin oleh Primate Polandia, Uskup Agung Wojciech Polak, dengan para uskup dan kaum beriman yang hadir..
Pembaharuan Janji Josna Gora Bangsa Polandia, 70 tahun setelah pertama kali dibuat tahun 1956. Upacara dipimpin oleh Primate Polandia, Uskup Agung Wojciech Polak, dengan para uskup dan kaum beriman yang hadir..

Primat menulis Ikrar saat berada dalam pengasingan

Di balik kata-kata tersebut terdapat kisah tentang bagaimana ikrar itu lahir. Pada tahun 1956, Kardinal Stefan Wyszyński, Primat Polandia, telah diasingkan oleh otoritas komunis selama hampir tiga tahun.

Selama masa penahanannya, ia semakin yakin akan perlunya pembaruan moral bagi masyarakat yang terluka, pertama oleh tragedi Perang Dunia Kedua dan kemudian oleh penindasan di bawah rezim komunis.

Apa yang dijanjikan bangsa Polandia?

Bangsa Polandia berjanji untuk setia kepada Allah, Salib, dan Injil; membela kehidupan manusia; menjaga kestabilan perkawinan dan keluarga; serta memberikan pendidikan Kristiani kepada anak-anak.

Mereka juga berkomitmen untuk melawan alkoholisme, sikap sembrono, dan pemborosan, sekaligus memajukan kerja yang jujur dan sikap saling menghormati.

Ikrar tersebut juga membayangkan sebuah Polandia yang bebas dari “kebencian, kekerasan, dan eksploitasi”, di mana buah-buah pekerjaan dibagikan sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi orang yang “lapar, tunawisma, atau menangis.”

Tujuh puluh tahun kemudian, Paus Leo XIV kembali mengangkat pesan tersebut. Sebagaimana ditekankan Paus, program yang ditulis oleh Sang Primat ketika ia sendiri kehilangan kebebasannya itu hendaknya terus mengilhami pembangunan keadilan dan persaudaraan.

Pembaharuan Janji Jasna Gora
Pembaharuan Janji Jasna Gora   (© Krzysztof Świertok / BPJG)
26 Aug 2026, 15:45