Anak-anak Palestina melihat mural yang menggambarkan pencegatan Israel terhadap kapal-kapal yang berpartisipasi dalam Armada Sumud Global Anak-anak Palestina melihat mural yang menggambarkan pencegatan Israel terhadap kapal-kapal yang berpartisipasi dalam Armada Sumud Global  (AFP or licensors)

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Ancaman Penyakit dan Kerusakan Infrastruktur Meningkat

Darurat kemanusiaan di Gaza semakin memperprihatinkan seiring melonjaknya risiko kesehatan masyarakat dan infrastruktur penting yang tetap hancur lebur.

oleh Nathan Morley

GAZA — Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk seiring meningkatnya ancaman kesehatan masyarakat dan hancurnya infrastruktur dasar akibat konflik berkepanjangan.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan lonjakan kasus penyakit kulit dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kudis (scabies) dan cacar air (chickenpox), serta meningkatnya penyakit yang berkaitan dengan ledakan populasi tikus di kawasan pengungsian.

Menurut UNRWA, kondisi pengungsian yang sangat padat, runtuhnya sistem air bersih dan sanitasi, serta memburuknya lingkungan hidup telah memicu berkembangnya populasi tikus di berbagai lokasi penampungan warga.

 

Dengarkan Reportase dari Nathan Morley (Bahasa Inggris)

 

Situasi tersebut semakin memperparah kondisi kesehatan masyarakat yang selama berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan akses layanan dasar.

Data terbaru menunjukkan hampir 90 persen infrastruktur air dan sanitasi di Gaza telah hancur atau mengalami kerusakan berat.

Akibatnya, sekitar 80 persen penduduk kini bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski menghadapi kekurangan bahan bakar, peralatan, dan pasokan bantuan, tim-tim PBB masih berupaya menyediakan air minum dan kebutuhan domestik bagi lebih dari separuh populasi Gaza.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan di Gaza telah rusak sebagian atau hancur total.

Kerusakan tersebut mencakup rumah sakit besar, pusat layanan kesehatan primer, klinik, apotek, hingga laboratorium medis.

Runtuhnya sistem kesehatan membuat jutaan warga Gaza semakin rentan terhadap wabah penyakit dan kesulitan mendapatkan perawatan medis.

Sebagian besar keluarga Palestina hingga kini masih hidup mengungsi di tenda-tenda darurat yang berdiri di tengah reruntuhan bangunan.

Mereka bergantung hampir sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal.

Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional terus memperingatkan bahwa tanpa akses bantuan yang memadai dan penghentian konflik, kondisi di Gaza berpotensi berkembang menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan jangka panjang.

30 May 2026, 01:23