Paska gempa bumi di  La Guara Paska gempa bumi di La Guara  (REUTERS)

Hampir 4.500 orang dipastikan tewas akibat gempa di Venezuela

Hampir tiga pekan setelah gempa dahsyat mengguncang Venezuela, tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing bangunan karena banyak orang masih belum ditemukan.

Oleh Isabella H. de Carvalho

Jumlah korban jiwa akibat dua gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni kini meningkat menjadi 4.490 orang.

Pihak berwenang Venezuela pada Minggu malam melaporkan bahwa lebih dari 16.000 orang mengalami luka-luka, sementara hampir 18.000 orang kehilangan tempat tinggal, dalam pembaruan terbaru mengenai bencana yang melanda negara Amerika Selatan tersebut.

Hampir tiga pekan setelah gempa yang menghancurkan itu, banyak orang masih dinyatakan hilang. Keluarga-keluarga terus mencari jenazah orang-orang yang mereka kasihi di antara reruntuhan bangunan.

Menurut pemerintah, hampir 6.500 orang berhasil diselamatkan.

Duka yang mendalam

Namun, banyak upaya penyelamatan berakhir dengan duka. Reuters melaporkan kisah seorang remaja putri di Kota La Guaira, pusat gempa, yang tetap sadar selama 24 jam pertama setelah tertimbun reruntuhan. Tim penyelamat tidak dapat menjangkaunya karena peralatan khusus yang dibutuhkan tidak pernah tiba. Hingga kini, jenazahnya masih terjebak di bawah bangunan yang roboh.

Sahabatnya yang berusia 17 tahun, Maria, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang berlatih tarian untuk acara kelulusan ketika gempa terjadi. Maria terjebak di bawah reruntuhan selama 17 jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup.

Dari sepuluh sahabat yang sedang berlatih bersama, hanya enam orang yang selamat.

Banyak kisah serupa bermunculan setelah bencana tersebut. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat khusus dari berbagai negara yang dikerahkan pada tahap awal tanggap darurat kini mulai kembali ke negara masing-masing.

"Kami tahu masih ada orang-orang yang hidup. Namun karena begitu banyak puing dan reruntuhan yang menghalangi, kami benar-benar tidak dapat menjangkau mereka tepat waktu, dan sayangnya... mereka akhirnya meninggal dunia," ujar seorang petugas pemadam kebakaran asal Inggris kepada BBC.

Ketangguhan dan kemurahan hati

Seorang anggota lain dari tim penyelamat Inggris mengungkapkan kekagumannya atas ketangguhan dan kemurahan hati masyarakat Venezuela di tengah penderitaan yang mereka alami.

"Mereka kehilangan rumah, sahabat, dan anggota keluarga, tetapi mereka masih menyempatkan diri menunjukkan kebaikan kepada kami," katanya.

"Mereka menawarkan air minum, permen, apa pun yang mereka miliki. Mereka memberikannya untuk membantu kami melewati saat-saat sulit. Itu sungguh luar biasa. Kebaikan hati mereka benar-benar mengesankan saya."

Seruan PBB

Pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan seruan darurat senilai hampir 300 juta dolar AS untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada 1,3 juta orang selama enam bulan ke depan.

PBB memperkirakan gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan senilai 6,7 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar enam persen dari produk domestik bruto (PDB) Venezuela.

(Sumber: Reuters dan sejumlah kantor berita lainnya)

13 Jul 2026, 17:45