Foto Satu kapal di Selat Hormuz, seperti terlihat dari Musandam Foto Satu kapal di Selat Hormuz, seperti terlihat dari Musandam 

Konflik Iran menyebabkan gangguan lebih lanjut pada jalur pelayaran strategis

Media Iran melaporkan ledakan di sejumlah wilayah negara itu.

Oleh Nathan Morley

Ketegangan di Selat Hormuz mengancam menggagalkan upaya untuk menghentikan perang, namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang menggempur Iran dengan "sangat keras" ketika pasukan AS melancarkan serangan untuk malam ketiga berturut-turut di tengah meningkatnya eskalasi serangan antara kedua negara.

Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command) menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru dimulai pada pukul 16.45 waktu Pantai Timur AS pada Senin, atas perintah Presiden.

Beberapa jam kemudian, pihaknya mengumumkan bahwa pasukan AS menyerang sejumlah lokasi militer di Iran untuk "semakin melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelayaran komersial."

Di tengah meningkatnya tekanan terkait jalur pelayaran vital tersebut, Uni Emirat Arab menyatakan bahwa rudal jelajah Iran menghantam dua kapal tanker milik UEA pada Senin malam. Serangan itu menewaskan seorang awak kapal asal India dan melukai delapan orang lainnya, empat di antaranya mengalami luka serius.

Serangan di Yordania dan Bahrain

Yordania dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan pada malam yang sama.

Melalui media sosial, Trump menulis bahwa Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Dengarkan Reportase dari Nathan Morley (Bahasa Inggris)
14 Jul 2026, 15:22