Cari

Suster Maria Atilia bersama Jurnalis Andressa, di Roccaporena, Italy Suster Maria Atilia bersama Jurnalis Andressa, di Roccaporena, Italy  

Menapaki Jejak Santa Rita: Misionaris Brasil yang Menemukan Panggilan di Italia

Suster Maria Atília Collet menemukan dalam diri santa pelindung perkara-perkara mustahil sebuah cahaya penuntun bagi hidupnya sendiri maupun bagi ribuan peziarah. Sebelum tiba di Roccaporena, kota kecil di Italia tempat Santa Rita lahir pada tahun 1381, misi religiusnya membawanya dari pedalaman Brasil ke Italia, Portugal, Spanyol, dan Mozambik. Ia menghabiskan lebih dari 15 tahun di negara Afrika tersebut, tempat ia memperdalam pengalaman kemanusiaan dan spiritual yang kini membimbingnya dalam

Oleh Andressa Collet

ROCCAPORENA
– Di sebuah kota kecil berbatu di wilayah Umbria, Italia tengah, doa-doa terus mengalir setiap hari. Para peziarah datang dari berbagai penjuru dunia membawa harapan, luka, dan pergumulan hidup yang tampaknya mustahil diselesaikan. Mereka menuju Roccaporena, tempat kelahiran Santa Rita dari Cascia, santo pelindung perkara-perkara mustahil.

Di tengah arus peziarah itu, seorang biarawati asal Brasil, Suster Maria Atília Collet, hadir menyambut mereka dengan senyum hangat dan kisah-kisah tentang Santa Rita yang seolah hidup kembali di jalan-jalan kecil kota tersebut.

Bagi Suster Maria Atília, Roccaporena bukan sekadar tempat pelayanan. Kota kecil itu telah menjadi ruang spiritual tempat ia menemukan kembali makna panggilan hidupnya setelah puluhan tahun bermisi di berbagai belahan dunia. “Saya tidak pernah memilih tempat perutusan saya sendiri,” katanya. “Tetapi hari ini saya merasa sungguh bahagia berada di sini.”

Suster Maria Atília merupakan anggota Keluarga Internasional Consolata. Sebelum menetap di Roccaporena sekitar setahun lalu, ia menjalani perjalanan panjang sebagai misionaris di Brasil, Italia, Portugal, Spanyol, hingga Mozambik. Lebih dari 15 tahun ia habiskan di negara Afrika tersebut, terutama di Pemba dan Maputo, pengalaman yang menurutnya membentuk cara pandangnya dalam melayani orang lain. Kini, di usia 81 tahun, ia mendedikasikan hari-harinya untuk mendampingi para peziarah yang datang mencari penghiburan melalui perantaraan Santa Rita.

Kisah hidup Santa Rita sendiri masih terasa sangat dekat di Roccaporena. Kota kecil yang terletak sekitar enam kilometer dari Cascia itu menjadi saksi masa kecil hingga kehidupan keluarga Santa Rita sebelum ia masuk biara.

Di Gereja San Montano, tempat Santa Rita menerima Komuni Pertama, Penguatan, dan Sakramen Perkawinan, Suster Maria Atília memulai aktivitasnya setiap pagi sejak pukul 05.30. “Di sinilah saya berdoa setiap hari,” katanya. Menurutnya, tempat itu bukan hanya bangunan tua bersejarah, tetapi ruang hidup yang menyimpan jejak iman, pengampunan, dan penderitaan Santa Rita. “Di sinilah Santa Rita belajar berdoa, belajar mengampuni, dan memohon pertobatan bagi suaminya,” ujarnya.

Rumah Santa Rita’s di Roccaporena, menuju raungan saat Ia dilahirkan
Rumah Santa Rita’s di Roccaporena, menuju raungan saat Ia dilahirkan

Perjalanan Spiritual dan Geografis ke Roccaporena

Santa Rita dikenal menjalani kehidupan yang penuh penderitaan. Ia hidup bersama suami yang keras dan terlibat dalam konflik berdarah antarkelompok di wilayah tersebut. Namun di tengah situasi itu, Rita tetap memilih jalan doa dan pengampunan.

Kisah itu masih terus dikenang para peziarah yang datang ke rumah kelahiran Santa Rita. Di sana, pengunjung dapat melihat ruang kecil tempat sang santa dilahirkan, serta berbagai peninggalan yang menggambarkan kesederhanaan hidupnya.

Salah satu yang paling menyentuh perhatian peziarah adalah kisah Rita yang kerap mendaki gunung menuju Batu Doa—sebuah tempat sunyi di ketinggian sekitar 827 meter—untuk berdoa bagi pertobatan suaminya dan perdamaian kotanya.

Untuk mencapai lokasi itu, para peziarah harus menaiki 314 anak tangga.

“Di atas sana, ia merasa lebih dekat dengan Tuhan,” kata Suster Maria Atília.

Menurutnya, kisah Santa Rita tetap relevan hingga sekarang karena berbicara tentang keluarga, penderitaan, kesetiaan, dan harapan di tengah situasi yang sulit.

Tempat di pegunungan yang biasa didatangi Santa Rita untuk berdoa dan merasakan kedekatan yang lebih mendalam dengan Tuhan.
Tempat di pegunungan yang biasa didatangi Santa Rita untuk berdoa dan merasakan kedekatan yang lebih mendalam dengan Tuhan.

Rangkayan Doa dan Pengampunan

Rumah tempat Santa Rita pernah tinggal bersama keluarganya kini telah diubah menjadi rumah doa. Banyak pasangan muda datang ke sana menjelang pernikahan mereka untuk berdoa bersama.

“Bagi saya itu sangat kuat,” ujarnya. “Saya membayangkan Rita membesarkan anak-anaknya dengan kasih seorang ibu, sambil terus berdoa agar hati suaminya disentuh Tuhan.”

Selain rumah Santa Rita dan Batu Doa, Roccaporena juga memiliki sejumlah tempat spiritual lain seperti Lazzaretto yang mengenang karya amal Rita bagi orang sakit, serta Kebun Mukjizat yang terkenal dengan kisah mawar dan buah ara yang muncul di tengah musim dingin.

Namun bagi banyak peziarah, daya tarik terbesar kota kecil itu bukan hanya tempat-tempat sucinya, melainkan pengalaman batin yang mereka rasakan.

“Santa Rita mengajarkan bahwa doa dan pengampunan dapat mengubah hidup,” kata Suster Maria Atília.

Pengalaman panjangnya sebagai misionaris di berbagai negara membuatnya memahami bahwa banyak orang datang membawa luka yang dalam. Karena itu, ia tidak hanya menemani mereka berziarah, tetapi juga mendengarkan cerita hidup mereka.

“Orang-orang mengatakan bahwa saya memancarkan kebahagiaan,” katanya sambil tersenyum. “Dan saya rasa itu adalah rahmat Tuhan.”

Menurutnya, setiap peziarah yang datang ke Roccaporena selalu pulang dengan sesuatu yang berbeda dalam hati mereka—ketenangan, harapan baru, atau cara pandang yang lebih damai terhadap hidup.

“Ini adalah berkat, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi semua orang yang datang ke sini,” ujarnya.

26 May 2026, 08:50