Cari

Kardinal Zuppi mulai Misi ke Ukraina, Berdoa untuk akhiri perang

Oleh Salvatore Cernuzio

Kardinal Matteo Maria Zuppi membawa tiga hadiah bagi para tahanan di Zakhid-1, sebuah pusat penahanan di wilayah Lviv, Ukraina, tempat para prajurit yang ditangkap saat bertempur untuk tentara Rusia ditahan.

Hadiah pertama adalah sebuah gantungan kunci, yang menurutnya diberikan dengan harapan bahwa “segera kalian akan menggantungkan kunci rumah kalian di sana, sehingga dapat membuka pintu rumah dan memeluk orang-orang yang kalian kasihi.” Hadiah kedua adalah sebuah kartu doa bergambar Salus Populi Romani, yang disebutnya sebagai “bagi umat Kristiani merupakan gambar Bunda Maria kita, tetapi bagi semua orang merupakan lambang harapan.” Hadiah ketiga adalah foto Paus Leo XIV, yang “mengutus saya ke sini untuk mengatakan kepada kalian bahwa beliau sedang berdoa untuk perdamaian dan agar perang ini berakhir.”

Kunjungan tersebut menandai dimulainya misi kedua Kardinal Zuppi ke Ukraina selama perang berlangsung. Misi pertamanya pada Juni 2023, atas permintaan Paus Fransiskus, mencakup pertemuan di Kyiv dengan Presiden Volodymyr Zelensky serta para pemimpin politik dan Gereja lainnya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Moskow, Washington, dan Beijing.

Misi kemanusiaan tersebut bertujuan menunjukkan kedekatan Gereja dengan mereka yang terdampak perang, sekaligus mendukung upaya pemulangan anak-anak Ukraina yang dideportasi, memfasilitasi pertukaran tahanan, serta repatriasi mereka yang meninggal dunia.

Didampingi Nunsius Apostolik dan Duta Besar Ukraina

Sebelum berangkat ke Kyiv, Kardinal Zuppi didampingi oleh Nunsius Apostolik, Uskup Agung Visvaldas Kulbokas, serta Duta Besar Ukraina untuk Takhta Suci, Andrii Yurash, mengunjungi pusat penahanan tersebut. Mereka meninjau area tempat tinggal para tahanan, kapel, dan klinik kesehatan.

Duta Besar Yurash mengatakan bahwa fasilitas itu memenuhi standar internasional dan terbuka bagi para pengunjung yang ingin memeriksa kondisi para tahanan.

Laporan rinci yang diterbitkan harian Italia Avvenire menceritakan kunjungan Kardinal Zuppi ketika ia menyapa puluhan tahanan yang berasal dari lebih dari 50 negara. Ia berbicara dengan mereka dalam bahasa Prancis maupun Spanyol dan mendengarkan secara singkat kisah-kisah mereka.

Kepada seorang tahanan berusia 25 tahun yang kehilangan satu kaki, Kardinal menyampaikan keprihatinannya dan berharap ia segera memperoleh kaki palsu.

Paus berdoa untuk semua orang dan untuk berakhirnya perang

Menegaskan kembali tujuan kunjungannya, Kardinal Zuppi berkata kepada para tahanan:

“Paus Leo mengutus saya dan Nunsius ke sini untuk membawa harapan bagi kalian. Beliau mendoakan kalian, agar perang ini berakhir dan kalian dapat kembali ke rumah.”

Sambil membagikan hadiah-hadiah tersebut secara pribadi, ia menjelaskan makna gantungan kunci yang dibawanya:

“Paus meminta saya membawakan gantungan kunci untuk kalian. Saya berharap tidak lama lagi kalian akan menggantungkan kunci rumah kalian di sana. Kami ingin mengatakan kepada kalian hari ini agar memandang masa depan dengan harapan—bahwa kalian akan kembali ke rumah, bahwa perang ini akan berakhir. Dan kami berdoa dengan sungguh-sungguh agar hal itu segera terjadi.”

Menutup kunjungan dengan doa di kapel kamp penahanan, Kardinal Zuppi berkata:

“Mari kita berdoa agar kalian segera menemukan jalan pulang, agar semua ini berakhir, dan agar kalian dapat memulai kehidupan yang baru.”

Sambil menunjuk ke dadanya, ia menambahkan:

“Kita harus mengusir segala sesuatu yang jahat. Allah selalu memberi kita harapan. Jangan pernah membiarkan kejahatan tumbuh dalam diri kita, dan Allah akan selalu membantu kita mengatasinya.”

14 Jul 2026, 17:16