Cari

Paus Leo XIV berbicara kepada para anggota Institut Internasional Ilmu Administrasi Paus Leo XIV berbicara kepada para anggota Institut Internasional Ilmu Administrasi   (@VATICAN MEDIA)

Paus: Kebaikan keluarga manusia tidak boleh dikorbankan demi kepentingan pribadi

Paus Leo XIV mendorong para anggota Institut Internasional Ilmu Administrasi untuk melanjutkan penelitian mereka “guna menemukan cara dan sarana untuk berkontribusi kepada administrasi publik dalam memanusiakan teknologi digital, sehingga teknologi tersebut dapat melayani kehidupan dan perdamaian.” Ia juga memperingatkan adanya risiko nyata bahwa umat manusia dapat “menjadi korban” dari penemuan yang diciptakannya sendiri.

Oleh Deborah Castellano Lubov

“Kita harus memastikan bahwa kebaikan keluarga manusia tidak dikorbankan demi kepentingan pribadi.”

Paus Leo XIV menyampaikan seruan tersebut pada Jumat di Vatikan kepada para anggota Institut Internasional Ilmu Administrasi (International Institute of Administrative Sciences atau IIAS), yang juga beranggotakan Takhta Suci.

Didirikan pada tahun 1930, setelah terjadinya Depresi Besar, Institut tersebut berupaya membantu otoritas publik menyesuaikan tata kelola pemerintahan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Menjaga keseimbangan yang tepat dalam penggunaan teknologi digital

Mengingat bahwa tema Konferensi tahun ini menyerukan kepada dunia di era digital untuk menjaga keseimbangan yang tepat dalam penggunaan teknologi digital, Paus mengatakan bahwa seruan tersebut sejalan dengan ajakan yang telah ia sampaikan dalam Ensikliknya, Magnifica humanitas, mengenai perlindungan pribadi manusia di era kecerdasan buatan.

Saat ini, kata Paus Leo, kita tidak dapat menghindar dari kenyataan ini, yang sangat memengaruhi cara hidup kita dan meresap ke setiap tingkat kehidupan sosial.

“Mungkinkah umat manusia menjadi korban dari penemuannya sendiri?”

“Kecepatan perkembangan inovasi dalam AI, kecerdasan buatan,” tegas Paus, “mendorong kita untuk bertanya apakah di masa depan kita akan mampu mengendalikan mesin-mesin ini, dan apakah umat manusia berisiko menjadi korban dari penemuannya sendiri.”

“Salah satu persoalan serius dewasa ini,” Paus secara khusus memperingatkan, “adalah kenyataan bahwa keputusan-keputusan yang menyangkut kehidupan manusia dipercayakan kepada mesin.”

Menghadapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Paus mengapresiasi upaya pertemuan tersebut untuk menegaskan kembali “peran kecerdasan manusia yang tak tergantikan di hadapan perangkat-perangkat teknologi ini.” Ia juga mendorong mereka untuk membantu otoritas publik mengambil keputusan di bidang ini “demi kebaikan umat manusia.”

Kerangka etika harus menyertai penggunaan perangkat-perangkat penting ini

Paus menyerukan pengembangan sebuah kerangka etika yang menyertai penggunaan perangkat-perangkat penting ini. Menurutnya, perangkat tersebut sayangnya semakin terkonsentrasi di tangan para pelaku ekonomi dan teknologi besar, sementara negara mengalami kesulitan untuk menjalankan pengawasan terhadapnya.

“Saya mendorong Anda,” katanya, “untuk melanjutkan penelitian Anda guna menemukan cara dan sarana untuk berkontribusi kepada administrasi publik dalam memanusiakan teknologi digital, sehingga teknologi tersebut dapat melayani kehidupan dan perdamaian.”

Mengakui bahwa misi mereka tidaklah mudah dan bahwa pada saat-saat tertentu rasa putus asa dapat mengancam untuk menguasai mereka, Paus Leo meyakinkan mereka bahwa ia berdoa kepada Tuhan agar senantiasa menopang mereka, sehingga mereka dapat terus melaksanakan tugas mulia ini dengan penuh keteguhan.

28 Aug 2026, 12:02