Paus Leo akan memimpin Misa peringatan 10 tahun Amoris laetitia
Oleh Christopher Wells
Paus Leo XIV akan memimpin perayaan Misa Kudus pada Rabu, 14 Oktober, sebagai penutup Pertemuan yang menandai peringatan 10 tahun diterbitkannya Seruan Apostolik Amoris laetitia, tentang kasih dalam keluarga.
Amoris laetitia diterbitkan pada 19 Maret 2016, Hari Raya Santo Yusuf, setelah Sinode tentang Keluarga yang berlangsung selama dua tahun dan diselenggarakan oleh Paus Fransiskus untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi keluarga-keluarga di dunia modern.
Tahun ini, sepuluh tahun setelah penerbitannya, Paus Leo Oleh Christopher Wells
Paus Leo XIV akan memimpin perayaan Misa Kudus pada Rabu, 14 Oktober, sebagai penutup Pertemuan yang menandai peringatan 10 tahun diterbitkannya Seruan Apostolik Amoris laetitia, tentang kasih dalam keluarga.
Amoris laetitia diterbitkan pada 19 Maret 2016, Hari Raya Santo Yusuf, setelah Sinode tentang Keluarga yang berlangsung selama dua tahun dan diselenggarakan oleh Paus Fransiskus untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi keluarga-keluarga di dunia modern.
Tahun ini, sepuluh tahun setelah penerbitannya, Paus Leo mengundang para ketua Konferensi Waligereja dari seluruh dunia untuk mengikuti Pertemuan di Roma guna menelaah dan mendiskusikan ajaran Amoris laetitia serta bagaimana mewartakan Injil kepada keluarga-keluarga pada masa kini.
Perayaan liturgi mendatang
Dalam beberapa pekan mendatang, Paus Leo akan memimpin sejumlah acara liturgi, termasuk Misa di Basilika-Sanctuarium Bunda Maria Penasihat Baik di Genazzano, sebuah desa kecil di luar Roma.
Bapa Suci sebelumnya telah mengunjungi tempat ziarah tersebut hanya dua hari setelah terpilih menjadi Paus, yakni pada 10 Mei 2025. Basilika itu dikelola oleh Ordo Agustinus, ordo yang diikuti Paus Leo sebelum terpilih sebagai Paus.
Pada akhir September, Paus Leo akan melakukan Perjalanan Apostolik ke Prancis, yang akan mencakup kunjungan ke kantor pusat Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Perjalanan selama empat hari tersebut—25 hingga 28 September—akan mencakup sejumlah perayaan liturgi di Paris, Lourdes, dan Metz.
Terakhir, pada 8 Oktober, Paus Leo akan merayakan Misa untuk membuka Tahun Akademik Universitas-Universitas Kepausan.mengundang para ketua Konferensi Waligereja dari seluruh dunia untuk mengikuti Pertemuan di Roma guna menelaah dan mendiskusikan ajaran Amoris laetitia serta bagaimana mewartakan Injil kepada keluarga-keluarga pada masa kini.
Perayaan liturgi mendatang
Bapa Suci sebelumnya telah mengunjungi tempat ziarah tersebut hanya dua hari setelah terpilih menjadi Paus, yakni pada 10 Mei 2025. Basilika itu dikelola oleh Ordo Agustinus, ordo yang diikuti Paus Leo sebelum terpilih sebagai Paus.
Pada akhir September, Paus Leo akan melakukan Perjalanan Apostolik ke Prancis, yang akan mencakup kunjungan ke kantor pusat Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Perjalanan selama empat hari tersebut—25 hingga 28 September—akan mencakup sejumlah perayaan liturgi di Paris, Lourdes, dan Metz.
Terakhir, pada 8 Oktober, Paus Leo akan merayakan Misa untuk membuka Tahun Akademik Universitas-Universitas Kepausan.
