Cari

Kardinal Mario Grech di Katholikentag 2026 di Würzburg, Jerman Kardinal Mario Grech di Katholikentag 2026 di Würzburg, Jerman 

Kardinal Grech di Katholikentag: “Pertanyaan Tidak Seharusnya Membuat Kita Takut”

Kardinal Mario Grech berbicara kepada Vatican News di Katholikentag ke-104, sebuah pertemuan besar umat Katolik Jerman, dan menyampaikan bahwa Gereja di negara tersebut "memberi saya keyakinan besar, harapan besar".

oleh Christine Seuss – Würzburg


Kardinal Mario Grech mengatakan bahwa Gereja Katolik di Jerman memberinya “kepercayaan dan harapan besar”, seraya menegaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam Gereja tidak boleh dianggap sebagai ancaman, melainkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman iman dan kehidupan sinodal.

Kardinal Grech, Sekretaris Jenderal Sekretariat Umum Sinode, menjadi perwakilan Vatikan dengan posisi tertinggi dalam penyelenggaraan Katholikentag ke-104 yang tahun ini berlangsung di Würzburg, Jerman.

Pada Sabtu, Kardinal Grech mengikuti diskusi panel mengenai sinodalitas di Pusat Kongres Würzburg dan menyampaikan pidato utama. Sementara pada Minggu, ia turut memimpin Misa penutupan serta membacakan pesan Paus Leo XIV yang menyampaikan kedekatan dan berkat bagi umat Katolik di Jerman.

“Ia tetap dekat dengan Anda dan dengan sepenuh hati berdiri bersama Anda demi mendukung persatuan dan persekutuan,” kata Kardinal Grech dalam pesannya. “Seandainya beliau hadir di sini hari ini, saya yakin beliau akan berkata kepada Anda: Beranilah, bangkitlah!”

Menurut Kardinal Grech, Gereja yang sungguh sinodal memiliki masa depan apabila tetap terbuka terhadap karya Roh Kudus.

“Kita telah diberkati dengan pelayanan uskup lokal bagi Gereja lokal dan pelayanan Petrus bagi Gereja universal; keduanya bersama-sama dapat memastikan bahwa kita melaksanakan kehendak Allah,” ujarnya.

Sebelum tampil dalam berbagai agenda publik, Kardinal Grech juga mengunjungi berbagai stan dan kegiatan yang tersebar di pusat kota Würzburg. Ia meluangkan waktu untuk bertemu para peserta dan berbincang langsung dengan mereka.

Dalam pidatonya, Kardinal Grech mengajak peserta memahami sinodalitas seperti sebuah simfoni, di mana setiap instrumen memiliki peran dan keabsahan masing-masing, tetapi harmoni tetap menjadi hal yang paling penting.

Ia menekankan bahwa partisipasi dan persekutuan harus selalu berjalan bersama. Di atas segalanya, Gereja harus memberi ruang bagi karya Roh Kudus dan tidak pernah melupakan dimensi misionernya.

Grech juga menegaskan bahwa sinodalitas tidak mungkin terwujud tanpa keterlibatan Gereja-Gereja lokal, sebagaimana Gereja lokal juga tidak dapat dipahami terpisah dari Gereja universal.

Ia memperingatkan agar proses pengambilan keputusan dalam Gereja tidak berubah menjadi sekadar manuver politik atau voting mayoritas, melainkan harus lahir dari discernment rohani yang berakar pada sikap mendengarkan dan relasi antarumat.

Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Gereja tidak perlu takut terhadap pertanyaan-pertanyaan sulit.

“Pertanyaan-pertanyaan itu membantu Gereja menggali persoalan lebih dalam dan memahami bagaimana sinodalitas dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, perbedaan pandangan dan posisi di dalam Gereja seharusnya menjadi sumber discernment dan saling memperkaya, bukan sumber konflik.

Ia menambahkan bahwa umat Kristiani dipanggil untuk menanggapi kebutuhan komunitas secara kreatif dan profetis sambil tetap berakar kuat pada Injil.

Dalam wawancara di sela-sela acara, Kardinal Grech menegaskan bahwa refleksi mengenai peran Umat Allah harus tetap berlandaskan ajaran Konsili Vatikan II.

Berbeda dengan sinode-sinode sebelumnya yang berfokus pada isu tertentu, Sinode tentang Sinodalitas, katanya, merupakan sebuah proses berkelanjutan yang akan terus berlangsung hingga Sidang Gerejawi tahun 2028.

Kardinal Grech di stan Vatican News di Würzburg
Kardinal Grech di stan Vatican News di Würzburg

Wawancara dengan Kardinal Mario Grech

Vatican News: Anda hadir di Würzburg sebagai perwakilan Vatikan dengan posisi tertinggi. Pesan apa dari Paus Leo XIV yang Anda bawa bagi umat Katolik di Jerman?

Kardinal Grech: Paus Leo mengikuti kehidupan Gereja di Jerman dengan dekat. Ia adalah seorang bapa yang baik — seperti seorang ayah yang baik, ia mendampingi semua anak-anaknya. Saya tidak tahu bagaimana beliau melakukannya, tetapi Paus Leo memberi perhatian juga kepada Gereja-Gereja lokal. Karena itu saya yakin beliau mendampingi para uskup secara khusus, karena pada akhirnya merekalah rekan kerjanya.

Vatican News: Anda sekarang berada di lingkungan yang mempertemukan banyak umat Katolik dengan berbagai pandangan namun tetap dipersatukan oleh iman. Kesan apa yang Anda dapatkan dari acara ini?

Kardinal Grech: Ini memberi saya kepercayaan besar, harapan besar. Karena ini bukan Gereja yang mati. Memang benar orang-orang sedang mengajukan pertanyaan. Tetapi itu baik. Pertanyaan tidak seharusnya membuat kita takut; sebaliknya, pertanyaan adalah kesempatan untuk memperjelas dan memperdalam banyak hal.

Jika kita berhasil berjalan bersama di jalan Gereja Katolik, maka kita tidak perlu takut. Kita harus memberi diri kita waktu yang diperlukan, karena kadang-kadang dibutuhkan waktu untuk bertumbuh dan memahami lebih dalam. Tetapi kita tetap berjalan maju.

Vatican News: Kadang ada anggapan bahwa Gereja di Jerman dipandang dengan rasa curiga, bahkan mungkin oleh Vatikan sendiri, karena isu-isu yang diperdebatkan di sini sangat kuat. Nasihat apa yang Anda berikan mengenai sinodalitas yang begitu kuat didorong di Jerman?

Kardinal Grech: Saya dapat mengatakan bahwa saya telah bertemu banyak uskup dari Jerman, dan saya tidak melihat para uskup yang takut. Saya melihat para uskup yang mendampingi umat mereka. Tentu saja mereka juga membutuhkan bantuan dan dukungan.

Nasihat saya adalah ini: kita sedang berada dalam proses refleksi. Kita berjalan di tanah yang kudus, karena sinodalitas adalah salah satu kunci untuk memahami, setidaknya sebagian, kehendak Allah. Dan untuk mencapai itu, kita membutuhkan spiritualitas yang kuat.

Ketika saya mengunjungi stan-stan di Katholikentag, seorang peserta dari Jerman berkata kepada saya: “Romo, kita membutuhkan spiritualitas yang sangat mendalam, kalau tidak kita berisiko menjalankan proyek kita sendiri, bukan kehendak Tuhan.”

Vatican News: Anda juga mengumumkan bahwa dalam beberapa hari mendatang Sekretariat Sinode akan menerbitkan pedoman untuk mendampingi Gereja-Gereja lokal menuju Sidang tahun 2028. Apa tema utama dokumen itu?

Kardinal Grech: Ini adalah refleksi yang dimulai dari akar rumput — dari setiap Gereja lokal. Saat ini kita berada dalam tahap penerapan dokumen akhir Sinode. Setiap Gereja lokal diundang untuk menerjemahkan buah-buah dokumen itu ke dalam pengalaman hidup yang sungguh sinodal.

Melalui konferensi-konferensi waligereja, kami kemudian akan meminta semua orang membagikan hasil pengalaman tersebut kepada kami sehingga pada tahun 2028 nanti kita dapat saling bertukar pengalaman dan — mengapa tidak — bersama-sama mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih ada.

18 May 2026, 12:51