Cari

Dari “Tanah Api” Italia: Luka Lingkungan yang Disaksikan Paus Leo XIV

Vatican News melaporkan dari kota Acerra di Italia selatan, di wilayah 'Tanah Api', saat Paus Leo melakukan kunjungan pastoral. Michele Pannella dan Alessandro Cannavacciuolo, dari asosiasi “Volontari antiroghi Acerra” (Relawan Anti-Kebakaran Acerra), menggambarkan kerusakan lingkungan yang telah terjadi selama beberapa dekade di wilayah tersebut.

Oleh Antonella Palermo


ACERRA — Di pinggiran kota Acerra, Italia selatan, tumpukan limbah beracun masih terlihat berserakan di sepanjang jalan. Asbes, peralatan rumah tangga, cat, hingga mesin ATM bekas menjadi pemandangan yang seolah biasa di wilayah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai Land of Fires atau “Tanah Api”.

Wilayah di kawasan Campania itu kembali menjadi sorotan saat Paus Leo XIV melakukan kunjungan pastoral ke Acerra.

Namun di balik kunjungan tersebut, tersimpan kisah panjang tentang kerusakan lingkungan, pencemaran tanah, dan penderitaan masyarakat akibat praktik pembuangan limbah ilegal yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Laporan Vatican News dari Acerra menggambarkan bagaimana ancaman terbesar bukan hanya limbah yang terlihat di permukaan, tetapi pencemaran yang telah meresap jauh ke dalam tanah.

Wilayah yang seharusnya menjadi kebanggaan pertanian Italia kini justru disebut sebagai “ladang kematian” akibat racun yang mencemari lahan pertanian dan lingkungan hidup warga.

Michele Pannella dan Alessandro Cannavacciuolo, anggota komunitas Volontari antiroghi Acerra atau Relawan Anti-Kebakaran Acerra, menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang selama ini berjuang mengungkap tragedi lingkungan tersebut.

Mereka menjelaskan bahwa masalah ini bermula sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Sejumlah perusahaan pengolahan limbah dan produksi beton diduga mencampurkan zat-zat beracun cair maupun padat ke dalam bahan yang diklaim sebagai “kompos berkualitas” untuk pupuk pertanian. Campuran limbah itu kemudian disebarkan ke lahan pertanian, sebagian besar tanpa diketahui para petani.

Akibatnya, tanah pertanian tercemar berat dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, termasuk terhadap kesehatan dan tingkat kesuburan penduduk.

“Jangan tinggalkan kami, datanglah kembali,” kata mereka sambil menunjukkan lokasi-lokasi pencemaran kepada tim Vatican News.

Seruan itu menjadi simbol harapan warga agar dunia tidak melupakan penderitaan mereka dan agar seruan ekologis dalam ensiklik Laudato si’ dari Paus Fransiskus sungguh dijalankan secara nyata.

Kunjungan Paus Leo XIV ke Acerra pada 23 Mei lalu juga dipandang masyarakat sebagai momentum penting untuk kembali menarik perhatian internasional terhadap tragedi lingkungan yang telah berlangsung puluhan tahun. Warga berharap Gereja terus menjadi suara moral yang mendorong perlindungan lingkungan hidup, keadilan ekologis, dan pemulihan martabat manusia yang terdampak kerusakan alam. Bagi banyak keluarga di Acerra, perjuangan mereka sederhana namun mendasar: mendapatkan kembali hak untuk hidup sehat dan menghirup udara tanpa racun.

23 May 2026, 15:00