Cari

Rusia, di Belarus menggelar latihan nuklir Rusia, di Belarus menggelar latihan nuklir  (ANSA)

Konferensi Peninjauan Traktat Nonproliferasi Nuklir PBB Gagal Capai Kesepakatan

Konferensi empat minggu di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meninjau kembali perjanjian pencegahan penyebaran senjata nuklir berakhir tanpa kesepakatan.

VATICAN NEWS

NEW YORK — Konferensi Peninjauan ke-11 Traktat Nonproliferasi Nuklir (Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons/NPT) yang berlangsung selama empat pekan di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa berakhir tanpa menghasilkan dokumen final bersama.

Kegagalan tersebut kembali memperlihatkan tajamnya perbedaan pandangan di antara negara-negara peserta terkait isu perlucutan senjata nuklir dan keamanan global.

Konferensi yang digelar di bawah naungan PBB itu mempertemukan negara-negara pihak dalam NPT untuk meninjau pelaksanaan traktat sekaligus memperbarui komitmen terhadap nonproliferasi senjata nuklir, perlucutan senjata, dan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Namun setelah berminggu-minggu perundingan berlangsung, para delegasi gagal mencapai konsensus mengenai teks akhir bersama.

Sejumlah isu menjadi titik perbedaan utama, termasuk persoalan keamanan regional, modernisasi persenjataan nuklir, serta ketegangan terkait fasilitas nuklir di wilayah konflik bersenjata.

Beberapa delegasi menyampaikan kekecewaan karena konferensi tidak mampu menghasilkan respons bersama di tengah meningkatnya instabilitas geopolitik dunia.

Traktat Penting Sejak 1970

Traktat Nonproliferasi Nuklir mulai berlaku pada tahun 1970 dan hingga kini menjadi salah satu fondasi utama kerangka perlucutan senjata internasional.

Tujuan utama perjanjian tersebut adalah mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong kerja sama penggunaan energi nuklir secara damai, serta mengupayakan perlucutan senjata nuklir secara menyeluruh.

Sepanjang konferensi berlangsung, banyak negara menegaskan kembali pentingnya membangun kepercayaan antarnegara dan memperkuat dialog multilateral.

Kekhawatiran kemanusiaan terkait dampak katastrofik penggunaan senjata nuklir juga berulang kali disoroti dalam berbagai sesi pembahasan.

Sikap Takhta Suci

Takhta Suci secara konsisten menyerukan perlucutan senjata integral dan penghapusan senjata nuklir.

Vatikan menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat dibangun di atas ancaman saling menghancurkan.

Sejalan dengan seruan Paus Leo XIV, Paus Fransiskus, dan para Paus sebelumnya, delegasi Takhta Suci di PBB terus menekankan tanggung jawab moral komunitas internasional untuk mengedepankan dialog, kerja sama, dan perdamaian sejati yang berakar pada keadilan dan persaudaraan.

Meski konferensi berakhir tanpa kesepakatan, sejumlah diplomat menilai diskusi yang berlangsung tetap menunjukkan kesadaran global mengenai besarnya ancaman senjata nuklir serta pentingnya menjaga jalur negosiasi di tengah situasi internasional yang semakin rapuh.

23 May 2026, 10:25