Cari

Seorang wanita berjalan melewati puing-puing rumahnya setelah serangan Israel di kota Burj al-Shamali Seorang wanita berjalan melewati puing-puing rumahnya setelah serangan Israel di kota Burj al-Shamali  (AFP or licensors)

Serangan Israel di Lebanon Meningkat, Puluhan Warga Sipil Tewas

Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya dua orang di distrik Tirus, Lebanon selatan, seiring perluasan operasinya di seantero negara yang hancur akibat perang tersebut. Serangan ini terjadi menyusul pengeboman intensif pada hari Selasa ketika IDF menggempur Lebanon dengan lebih dari 120 serangan udara.

Oleh Linda Bordoni 

BEIRUT — Serangan udara Israel di Lebanon kembali meningkat dan menewaskan puluhan warga sipil di tengah memburuknya situasi keamanan di negara tersebut. Serangan terbaru terjadi di distrik Tyre, Lebanon selatan, ketika militer Israel memperluas operasi militernya di wilayah yang telah lama dilanda perang.

Menurut laporan terbaru, sedikitnya dua orang tewas dalam serangan udara Israel pada Kamis. Namun sehari sebelumnya, serangan besar-besaran yang dilakukan Israel telah menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai sekitar 40 lainnya.

Militer Israel dilaporkan melancarkan lebih dari 120 serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon hanya dalam satu hari.

Meski gencatan senjata diumumkan pada 16 April untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan ini menyatakan bahwa operasi militer Israel justru semakin diperluas.

Israel mengklaim serangan-serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hizbullah. Namun, serangan udara yang terus berlangsung juga menghancurkan ratusan rumah dan desa, memicu gelombang pengungsian besar-besaran dan memperburuk krisis kemanusiaan di Lebanon.

Diperkirakan hampir satu juta orang kini mengungsi akibat eskalasi konflik tersebut.

Laporan kemanusiaan menyebut lebih dari 140 ribu warga terpaksa berlindung di sekolah-sekolah umum yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan darurat. Sementara ribuan lainnya hidup di kendaraan pribadi atau menumpang di rumah komunitas setempat.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa hampir 3.200 orang telah tewas dan hampir 10 ribu lainnya terluka sejak Israel melanjutkan kampanye militernya di Lebanon.

Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan dengan kekuatan besar untuk menguasai dan mengendalikan wilayah tertentu.

Di pihak Israel, militer menyebut 10 tentaranya tewas sejak gencatan senjata 16 April, enam di antaranya akibat serangan drone peledak Hizbullah.

Di tengah diplomasi yang melemah, pelanggaran gencatan senjata, dan meningkatnya kembali aksi militer, berbagai lembaga kemanusiaan internasional memperingatkan dampak jangka panjang yang semakin serius bagi Lebanon.

Mereka menyoroti ancaman terhadap sistem kesehatan, ketahanan pangan, meningkatnya pengungsian, serta melemahnya daya tahan sosial masyarakat akibat konflik berkepanjangan.

Situasi tersebut juga meningkatkan kekhawatiran internasional akan meluasnya instabilitas di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih dibayangi konflik bersenjata dan ketegangan geopolitik.

 

Dengarkan laporan kami (Bahasa Inggris)
27 May 2026, 15:25