Ketegangan Memburuk Saat Iran dan AS Melancarkan Serangan di Kawasan Teluk
Oleh Nathan Morley
Komando militer tertinggi Iran memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat terhadap pembangkit listrik atau jembatan di Iran akan memicu serangan balasan besar-besaran terhadap infrastruktur di seluruh kawasan Asia Barat.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dapat memperluas serangannya terhadap Iran pada pekan depan jika Teheran tidak bersedia berunding.
Sebelumnya, Iran melancarkan serangan baru terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk, sementara Washington melanjutkan serangan semalam terhadap berbagai sasaran di dalam wilayah Iran.
Teheran menyatakan bahwa pihaknya menyerang sejumlah lokasi di Yordania, Kuwait, dan Bahrain ketika hari keenam berturut-turut permusuhan berlangsung dan menekan kesepakatan awal yang ditujukan untuk mengakhiri perang.
Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka melaksanakan gelombang serangan selama enam jam di berbagai lokasi guna “mengurangi kemampuan Iran untuk mengancam para pelaut sipil” di Selat Hormuz.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konfrontasi tersebut. Ia mendesak semua pihak untuk “segera mengambil langkah-langkah deeskalasi dan kembali ke jalur dialog serta diplomasi”.
Guterres kembali menyerukan pemulihan penuh hak-hak navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis utama bagi pengiriman minyak dan gas dunia.
Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga menyerukan penahanan diri demi melindungi para pelaut dan menjaga kebebasan navigasi.