Kardinal Zuppi : Semoga Allah Mengaruniakan Perdamaian yang Adil
Oleh Salvatore Cernuzio
Sambil memandang ke langit, tempat rudal kembali menghantam infrastruktur sipil pada malam sebelumnya, Kardinal Matteo Maria Zuppi memanjatkan doa dalam bahasa Ukraina dari Kyiv kepada “Allah Yang Mahakuasa” bagi “Ukraina”, memohon berkat dan perlindungan-Nya.
Pertemuan dan Upaya Kemanusiaan
Tanggal 15 Juli menandai hari ketiga misi Presiden Konferensi Waligereja Italia di Ukraina. Ia tiba di negara tersebut pada malam 13 Juli, melakukan perjalanan dari wilayah Lviv sebelum mencapai Kyiv pada malam sebelumnya.
Tujuan kunjungan itu adalah menyampaikan kedekatan Paus Leo XIV dan memperkuat kontak serta jalur komunikasi yang telah dibangun selama misi pertamanya pada tahun 2023, yang dipercayakan kepadanya oleh Paus Fransiskus untuk mendukung upaya kemanusiaan Takhta Suci.
Upaya tersebut berfokus pada fasilitasi pertukaran tawanan perang, pemulangan anak-anak yang menurut Ukraina dibawa secara paksa ke Rusia, serta repatriasi jenazah mereka yang tewas dalam konflik.
Pada sore hari, Kardinal Zuppi dijadwalkan bertemu dengan perwakilan berbagai asosiasi dan LSM lokal yang bekerja di bidang tersebut, bersama para perwakilan lembaga. Tidak ada pertemuan resmi yang dijadwalkan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari itu. Keduanya pernah bertemu selama misi Kardinal tiga tahun lalu.
Merayakan Pembaptisan Rus Kyiv
Pada pagi hari, setelah mengikuti Misa di Nunsiatur Apostolik tempat ia menginap yang dipimpin Uskup Agung Visvaldas Kulbokas, Kardinal Zuppi mengambil bagian dalam perayaan Pembaptisan Rus Kyiv.
Peringatan yang dirayakan setiap 15 Juli itu mengenang Kristenisasi wilayah tersebut pada tahun 988 oleh Pangeran Volodymyr Agung, yang dihormati sebagai santo oleh Gereja Katolik maupun Ortodoks dan yang warisannya dikaitkan dengan akar sejarah serta spiritual Eropa Timur.
Hari tersebut merupakan peringatan sipil sekaligus religius. Hari itu juga secara resmi ditetapkan sebagai Hari Kenegaraan Ukraina berdasarkan dekret Presiden Zelenskyy pada tahun 2021.
Di antara mereka yang hadir dalam upacara di Kyiv terdapat perwakilan berbagai komunitas agama, Uskup Agung Mayor Sviatoslav Shevchuk dari Gereja Katolik Yunani Ukraina, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang melakukan kunjungannya yang kesebelas ke Ukraina sejak pecahnya perang.
Doa Para Kardinal
Kardinal Zuppi mengikuti upacara di Lapangan Santo Mikael, di depan Biara Berkubah Emas Santo Mikael, yang menurut harian Italia Avvenire telah menjadi tempat peringatan bagi mereka yang tewas dalam perang sejak hari-hari pertama invasi besar-besaran Rusia.
Berjalan dalam prosesi bersama Presiden Zelenskyy dan para peserta lainnya di sepanjang jalan yang berdampingan dengan Tembok Kenangan, tempat foto-foto korban perang dipajang, Kardinal membawa setangkai mawar merah yang kemudian diletakkannya sebagai penghormatan bagi mereka yang kehilangan nyawa di medan perang.
Membacakan teks dalam bahasa Ukraina, Uskup Agung Bologna itu berdoa memohon “perdamaian yang adil” bagi negara yang berulang kali disebut Paus Fransiskus sebagai “martir”. Ia mempercayakan intensi tersebut kepada Allah dan perantaraan Santo Volodymyr, seraya mencatat bahwa santo tersebut memiliki nama yang sama dengan Presiden Ukraina dan Presiden Rusia.
“Semoga Santo Volodymyr menerangi pikiran dan hati kedua kepala negara itu, membuka jalan keadilan dan perdamaian.”
Pertemuan di Lviv
Doa Kardinal untuk perdamaian juga mewarnai agenda kunjungannya pada hari sebelumnya di Ukraina.
Persinggahan pertamanya adalah Koloni Pemasyarakatan Zakhid-1 di wilayah Lviv, dekat perbatasan Polandia, tempat tawanan perang yang ditangkap di medan tempur ditahan.
Kemudian di Lviv, Kardinal Zuppi bertemu Maksym Kozytskyi, kepala administrasi militer regional, yang menyampaikan terima kasih atas upaya Takhta Suci dalam memfasilitasi pemulangan tawanan perang dan anak-anak, serta membantu pencarian mereka yang dilaporkan hilang. Kozytskyi juga mengusulkan bidang-bidang kerja sama antara wilayah Lviv dengan lembaga-lembaga Takhta Suci dan Italia.
Agenda terakhir hari itu adalah kunjungan ke markas Komunitas Sant’Egidio di Lviv. Didampingi Yuriy Lifanse, pemimpin cabang Ukraina komunitas tersebut, Kardinal Zuppi bertemu anggota komunitas Katolik setempat, termasuk para pengungsi internal yang menerima bantuan dari Sant’Egidio. Ia menyampaikan kata-kata penguatan dan membawa kedekatan Paus Leo XIV.